Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2018

Masuk Rumah Sakit, Presiden Palestina Menderita Pneumonia

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_mahmud_abbas
Photo Source: AP/Garowe Online

DokterSehat.Com– Presiden Palestina, Mahmud Abbas, dikabarkan menderita pneumonia sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya kini dikabarkan semakin membaik.

“Saya sudah mengunjungi presiden Abbas di rumah sakit tadi malam. Beliau menderita pneumonia dan sudah mendapatkan antibiotik untuk mengatasinya,” ucap Ahmed Tibi, anggota parlemen di Palestina melalui akun Twitter pribadinya. Dilansir dari Yahoo, kondisi presiden berusia 83 tahun ini juga dikabarkan terus membaik.

Menurut media setempat, Saed Sarahna, kepala Istishari Arab Hospital yang ada di Ramallah, Tepi Barat, Palestina, menyebut Abbas terkena infeksi pada paru-paru bagian kanannya. Sang presiden langsung mendapatkan penanganan intensif dan kondisinya pun berangsur-angsur pulih.

Berbagai foto yang menunjukkan Presiden Abbas telah berjalan-jalan di lorong rumah sakit dan membaca koran telah beredar di berbagai media. Foto-foto ini pun membantah kabar yang menyebutkan bahwa Abbas berada dalam kondisi kritis. Isu ini bahkan membuat sebagian politisi mulai meragukan kondisi kesehatan Abbas cukup baik untuk memimpin negeri yang masih dilanda konflik ini.

Ahmed Tibi yang juga merupakan seorang dokter menyebutkan bahwa Abbas masih membutuhkan beberapa hari lagi di rumah sakit agar bisa benar-benar sembuh.

Sebelumnya, Abbas dilarikan ke rumah sakit karena mengalami komplikasi setelah menjalani operasi telinga. Ia juga mengeluhkan rasa nyeri pada dada. Februari 2018 lalu, Abbas juga sempat beberapa kali pergi ke Amerika Serikat untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Abbas telah menjabat sebagai presiden sejak 2005 silam. Ia terus menjabat karena tidak adanya pemilihan umum di Palestina akibat perbedaan pendapat antara Partai Fatah dan Islamist Hamas yang mengendalikan Jalur Gaza. Perbedaan pendapat ini membuat pemilu sulit untuk diwujudkan di negara tersebut meskipun cukup banyak warga yang menginginkan pergantian kepemimpinan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jatuh Saat Dilahirkan, Anak Ini Tak Bisa Tersenyum

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_maddox
Photo Source: en.goodtimes.my

DokterSehat.Com– Saat sedang melahirkan buah hatinya yang pertama, Danielle Templer tiba-tiba dikejutkan oleh jeritan suaminya, Charlie Perales. Ternyata, Charlie menjerit saat melihat bayi yang baru saja dilahirkan tanpa sengaja dijatuhkan oleh dokter hingga ke lantai.

Dilansir dari Good Times, sang bayi yang diberi nama Maddox ini kemudian didiagnosis terkena Sindrom Moebius yang membuatnya kesulitan menggerakan otot-otot wajah akibat kecelakaan yang tak disengaja ini.

“Ia tak mampu menggerakkan mulut, tersenyum, dan kesulitan untuk makan. Melihat bayi-bayi lain bisa melakukan hal-hal tersebut, aku tahu bahwa ada yang salah dengan anakku,” ucap Danielle.

Karena tak bisa tersenyum, Maddox akan menempatkan jari tangannya ke pinggir bibirnya untuk membuat senyuman sebagaimana yang bisa dilakukan ayah dan ibunya. Karena alasan inilah Danielle dan Charlie akan berusaha untuk memperbaiki kondisi ini.

Pasangan ini kemudian membuka penggalangan dana di GoFundMe untuk mengumpulkan uang sehingga 100.000 Dollar AS. Uang ini dianggap cukup untuk membiayai operasi yang bisa mengembalikan fungsi otot Maddox. Kisah Maddox pun kemudian viral dan membuat keluarga ini diundang ke acara televisi.

Beruntung, pasangan ini kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengoperasi buah hatinya tanpa menghabiskan biaya sepeserpun.

“Setelah menjalani operasi, aku sangat bahagia saat melihat Maddox kini bisa menunjukkan senyumannya. Maddox juga sudah mulai berbicara dan makan dengan benar. Maddox kini semakin percaya diri untuk berbicara di depan orang lain,” ungkap Danielle dengan bangga.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Hujan Abu di Sekitar Merapi, Warga Diminta Memakai Masker

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_abu_merapi
Photo Source: Okesultra.com

DokterSehat.Com– Gunung Merapi kembali mengeluarkan letusan freatik hingga beberapa kali sejak Senin, 21 Mei 2018. Pihak BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Teknologi) juga sudah menaikkan tingkat aktivitas Merapi dari Normal ke Waspada atau tingkat II. Beberapa kawasan di sekitar merapi seperti di Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Ngemplak di Sleman juga mengalami hujan abu tipis.

Sebagian warga sempat mengungsi di beberapa titik, namun, mereka kemudian berangsur-angsur pulang ke rumah karena menganggap kondisi Gunung Merapi kembali aman.

Adanya letusan freatik dari Gunung Merapi membuat warga memakai masker demi melindungi sistem pernapasannya mengingat abu vulkanik memiliki kemampuan untuk mengganggu saluran pernapasan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia pun menganjurkan warga untuk memakai masker dengan benar.

“Sebagai contoh kita memakai masker berwarna hijau itu. Pastikan bahwa lipatan masker mengarah ke bawah, bukannya ke atas. Jika lipatan mengarah ke atas, abu justru akan lebih mudah masuk ke hidung,” ucap Fita.

Meski sudah memakai masker, Fita juga menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu lama berada di luar ruangan selama hujan abu masih turun. Hanya saja, jika kita memang aktivitas sehari-hari dilakukan di luar ruangan, ada baiknya selalu mengganti masker setiap 1 jam.

Karena banyaknya orang yang mencari masker, ada kemungkinan pasokan masker habis sehingga kita pun harus mencari alternatif lainnya seperti kain yang dibasahi dengan air. Hanya saja, ada risiko dari penggunaan kain basah ini, yakni bisa menjadi sarang kuman.

Sebenarnya, masker N95 lebih disarankan untuk digunakan demi melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Namun, jika kita memang tidak bisa menemukan masker ini, gunakan masker bedah berwarna hijau yang mudah dicari di apotek atau penutup hidung lainnya demi mencegah gangguan kesehatan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Senin, 21 Mei 2018

Makan 21 Manik-Manik Magnet, Balita Ini Dioperasi

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_manik_manik
Photo Source: Flickr/fdecomite

DokterSehat.Com– Balita dari Tiongkok bagian utara harus melakukan perjalanan sejauh 300 km ke Beijing pada awal bulan ini karena harus menjalani operasi setelah mengonsumsi manik-manik magnet berukuran kecil yang berasal dari mainan milik kakak perempuannya.

Dilansir dari South China Morning Post, orang tua dari balita berusia 14 bulan dari Qinhuangdao, kota yang ada di Provinsi Hebei, langsung memeriksakan kondisi buah hatinya setelah menderita demam parah dan muntah-muntah. Sayangnya, dokter di rumah sakit terdekat kebingungan dengan kondisi sang anak sehingga merujuknya ke Beijing Children’s Hospital pada 11 Mei 2018 lalu.

Salah satu ahli bedah dari rumah sakit di Beijing, Liu Tingting, menyebutkan bahwa setelah menjalani pemeriksaan, diketahui bahwa di dalam perut balita berjenis kelamin laki-laki ini terdapat manik-manik yang terbuat dari logam yang sudah bertahan selama 4 atau 5 hari.

“Manik-manik ini saling menempel membentuk lingkaran di dalam perutnya. Hal ini membuatnya mengalami rasa sakit yang luar biasa dan harus dioperasi,” ucap Liu.

Dokter pun berhasil mengeluarkan 21 manik-manik dari perut sang bocah. Ukuran dari manik-manik ini memang sangat kecil, yakni hanya beberapa millimeter saja. Beruntung, meski ada kekhawatiran bahwa manik-manik ini bisa menyebabkan masalah yang lebih parah organ pencernaan sang bayi, kondisi ini bisa dicegah berkat aksi cepat dari tim dokter.

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, balita ini pun diperbolehkan untuk pulang. Kasusnya pun menjadi pembelajaran bagi setiap orang tua untuk tidak memberikan mainan dengan manik-manik berukuran kecil karena bisa membuat anak tertarik untuk menelannya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Ingin Rayakan Ulang Tahun, Pria Ini Bangkit Dari Kematian

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_joseph_leifkin
Photo Source: en.goodtimes.my

DokterSehat.Com– Pria berusia 91 tahun bernama Joseph Leifkin sempat dinyatakan meninggal selama 10 menit oleh tim medis. Namun, ia tiba-tiba saja bangkit dari kematiannya. Penyebab kebangkitan ini pun luar biasa, yakni ingin merayakan ulang tahun bersama dengan istrinya.

Dilansir dari Good Times, bulan Desember 2016 lalu, Joseph mulai merasa tidak enak badan dan mengeluarkan banyak keringat saat bangun tidur. Ia pun meminta istrinya memanggilkan dokter. Benar saja, Joseph terkena serangan jantung dan langsung dilarikan ke rumah sakit di New Jersey, Amerika Serikat.

Saat berada di ambulans, berulang kali Joseph memohon tim medis untuk menolongnya dan mencegahnya meninggal karena memiliki janji untuk merayakan hari ulang tahun bersama dengan istrinya di restoran malam harinya. Sayangnya, detak jantung Joseph kemudian berhenti.

Tim medis sebisa mungkin menjalani CPR hingga sampai di rumah sakit meskipun detak jantung sang kakek sudah berhenti. Sempat dinyatakan meninggal, tiba-tiba saja detak jantung Joseph kembali muncul. Beberapa saat kemudian, ia bahkan kembali sadar!

Saat melihat tim medis yang berjuang dengan sangat keras demi menyelamatkannya, Joseph langsung mengucapkan terima kasih sambil memeluk dan mencium satu per satu para penolongnya ini.

Joseph memang harus mendapatkan perawatan medis demi mengatasi serangan jantung yang dialaminya. Kondisinya pun terus membaik sehingga bisa memenuhi janjinya untuk makan bersama di restoran dengan istrinya.

“Aku sangat mencintai istriku sebagaimana ia mencintaiku. Aku tak bisa meninggalkannya sekarang, aku ingin melakukan lebih banyak hal bersamanya,” ucap Joseph menunjukkan tekadnya untuk terus hidup.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Remaja Ini 15 Tahun Hanya Makan Sosis

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_elliott_makan_sosis
Photo Source: Story Trender/Caters News

DokterSehat.Com– Sejak usianya 2 tahun, Elliott Jones hanya mengonsumsi roti isi sosis saat sarapan, makan siang, dan makan malam. Pria yang kini berusia 17 tahun ini mengaku tak mampu mengonsumsi sayur atau buah-buahan karena bisa membuatnya tidak enak badan.

Dilansir dari Story Trender, ibu Elliott, Joy Streatfield mengaku khawatir dengan pola makan anaknya yang sangat tidak sehat. Ia pun meminta bantuan banyak orang, termasuk pakar medis, agar bisa membantu anaknya menerapkan pola makan yang jauh lebih baik.

Elliott pun menjalani hipnoterapi selama dua jam. Setelahnya, Ia mengaku mulai bisa mengonsumsi es krim dan berbagai makanan lainnya.

“Kebanyakan orang akan bosan jika makan yang itu-itu saja, tapi aku merasa hanya roti isi sosis yang bisa aku makan. Jika aku mengonsumsi makanan lainnya, tubuhku akan mulai merasa tidak enak dan mengalami sensasi seperti mual-mual atau muntah,” jelas Elliott mengenai kondisi kesehatannya.

“Setelah mendapatkan hipnoterapi, aku merasa lebih rileks, tidur lebih nyenyak, dan mulai tertarik untuk mengonsumsi makanan lainnya,” ungkapnya setelah mendapatkan terapi.

Pemuda yang berasal dari Louth, Lanchasire, Inggris ini berkata bahwa pola makannya sempat membuat ibunya frustrasi. Bagaimana tidak, jika tidak disediakan roti isi sosis, maka Elliott akan memilih untuk tidak makan sama sekali. Tak hanya itu, ia juga mengaku tak mampu menikmati masa mudanya bersama teman-temannya karena hanya satu jenis makanan yang bisa ia cicipi dari berbagai jenis makanan lezat yang bisa dicoba.

Dokter menyebut kondisi Elliott sebagai neophobia atau ketakutan dengan hal-hal baru. Khusus untuk yang terjadi dengan Elliott, ia sangat ketakutan untuk mencoba mengonsumsi makanan-makanan lainnya dan hanya merasa nyaman saat mengonsumsi roti isi sosis.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Melanoma, Kanker Kulit Penyebab Meninggalnya Istri Rasyid Rajasa

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_adara_taista
Photo Source: Istimewa/Malang Post

DokterSehat.Com– Adara Taita, istri dari Rasyid Rajasa, putra dari politikus terkemuka Hatta Rajasa dikabarkan meninggal dunia karena terkena kanker kulit langka yang sangat ganas.

Usai mengikuti proses salat jenazah, Hatta Rajasa mengungkap penyakit yang diderita oleh menantunya ini. Menurut Hatta, Adara sudah didiagnosis terkena kanker kulit melanoma sejak April 2017. Sebagai informasi, kanker kulit melanoma termasuk dalam kanker langka.

Meskipun namanya adalah kanker kulit, gejala dari kanker yang menyerang Adara juga sangat tidak biasa, yakni menyerang kulit dan berbagai organ di dalam tubuhnya. Jika pada kebanyakan orang yang mengidap kanker melanoma akan muncul gejala seperti bercak kehitaman atau tahi lalat pada kulit, bercak-bercak kehitaman ini justru muncul di organ dalam tubuh Adara.

Sebelum meninggal, kondisi tubuh Adara juga terlihat jauh lebih kurus dengan muka yang tirus, sangat berbeda dari foto-foto saat ia masih dalam kondisi sehat.

Dalam realitanya, melanoma memang bisa menyerang berbagai organ di dalam tubuh, tidak hanya kulit. Dalam beberapa kasus yang cukup jarang terjadi, kanker ini juga bisa menyerang tulang.

Pakar kesehatan menyebut kanker melanoma bisa disembuhkan dengan prosedur operasi. Hanya saja, kesembuhan dari penyakit ini juga bergantung pada tingkat keparahan kanker dan kapan penyakit ini dideteksi. Jika kanker melanoma sudah dideteksi sedini mungkin, maka prosedur operasi bisa saja membantu pencegahan kanker ini menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Besar kemungkinan kanker melanoma yang menyerang Adara sudah dalam kondisi parah sehingga membuatnya sampai kehilangan nyawa.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Minggu, 20 Mei 2018

Digigit Kobra Saat Tidur, Warga Banyumas Tewas

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_gigitan_ular_kobra
Photo Source: Flickr/tontantravel

DokterSehat.Com– Warga desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jawa Tengah, bernama Siti Fatimah tewas secara mengenaskan di dalam rumahnya. Saat tidur, wanita berusia 38 tahun ini digigit ulang king kobra sepanjang 2,5 meter!

Minggu, 20 Mei 2018 pukul 03.00 WIB, Tohirin, suami Fatimah, berusaha untuk membangunkan sang istri untuk melakukan santap sahur. Namun, sang istri tak kunjung terbangun. Tohirin justru terkejut tatkala melihat ular king kobra ternyata sudah ada di dalam kamarnya.

Kaget, Tohirin langsung berteriak meminta tolong warga sekitar. Dengan memakai peralatan seadanya, mereka pun akhirnya mampu melumpuhkan ular yang dikenal sangat beracun dan mematikan ini.

Karena Fatimah tak kunjung bangun, Tohirin pun langsung memeriksa kondisi tubuh istrinya. Benar saja, di telapak kaki kiri Fatimah sudah ada bekas gigitan dan bercak darah. Meski sudah dilarikan ke RSUD Ajibarang, Banyumas, nyawa Fatimah tak tertolong.

Tohirin mengaku istrinya tidak berteriak atau kesakitan sebelumnya. Sebagai informasi, kasur di rumah Tohirin memang diletakkan di atas lantai tanpa dipan. Tohirin selalu tidur bersama dengan Fatimah dan kedua anaknya di kasur tersebut.

Rumah Tohirin dibuat dari separuh tembok dan separuh kayu. Meskipun cukup jauh dari hutan atau sungai, kawasan desa Cihonje memang dekat dengan hutan belantara yang ditinggali oleh berbagai hewan liar, termasuk ular. Warga sekitar juga mengaku tidak ada yang memiliki peliharaan ular.

Bisa ular King Kobra memang dikenal luas bisa memicu reaksi yang sangat cepat di dalam tubuh manusia. Jika tak segera diobati, organ-organ dalam tubuh korban bisa langsung mengalami kerusakan parah hingga akhirnya meninggal dunia.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Mengenaskan, Begini Kondisi Jet Li di Usia Tua

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_jet_li
Photo Source: Youtube/Jetli_com

DokterSehat.Com– Siapa yang tak kenal dengan Jet Li? Aktor laga yang membintangi banyak film aksi dari Negeri Tirai Bambu ini kini terlihat sangat tua di usia yang baru 55 tahun. Hal ini disebabkan oleh penyakit hipertiroidisme dan gangguan tulang belakang yang sedang dideritanya.

Dilansir dari South China Morning Post, belakangan ini banyak fans dari sang aktor yang mendoakan kesembuhannya setelah foto terbaru Jet Li saat mengunjungi sebuah kuil di Tibet viral di Internet. Li terlihat sangat tua dan sakit-sakitan setelah didiagnosis terkena hipertiroidisme lima tahun lalu. Bahkan, ada penggemar yang menyebut Li kini harus dibantu untuk berjalan kaki.

Li memang sudah pernah mengadakan konferensi pers demi mengungkap alasan dirinya yang semakin jarang aktif di dunia hiburan, yakni karena penyakit yang dideritanya. Meski sudah berusaha untuk minum obat dan menjalani berbagai terapi, masalah kesehatan ini tak kunjung bisa disembuhkan.

Hipertiroidisme memang bisa mengubah sistem metabolisme tubuh dan denyut jantung. Biasanya, penyakit ini bisa diatasi dengan obat-obatan tertentu. Hanya saja, kondisi penyakit yang diderita Li sepertinya memang sudah sangat parah. Karena kondisi inilah Li memilih untuk tak lagi beraksi di dunia film atau melakukan berbagai aktivitas yang dianggap bisa memicu stres bagi kondisi fisiknya.

Li yang merupakan penganut ajaran Buddha taat mengaku kerap melakukan meditasi dan membaca kitab suci demi membantunya tetap dalam kondisi bugar. Khususnya sejak tahun 2013 lalu, saat dokter berkata bahwa ia bisa saja harus memakai kursi roda di akhir hayat jika terus memaksakan diri berakting di film laga.

Gangguan pada kaki dan tulang belakang juga membuat Li tidak mampu berdiri dalam waktu yang lama. Hal ini disebabkan oleh keterlibatannya dalam melakukan adegan-adegan berbahaya di berbagai film laga yang dibintanginya dulu. Sebagai informasi, Li pertama kali mengalami cedera parah saat usianya baru 18 tahun, tepatnya pada lututnya. Tulang punggungnya juga mengalami cedera parah saat usianya baru 23 tahun.

Semoga saja Jet Li bisa mendapatkan kesembuhan dan menikmati hari tuanya dengan nyaman.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Negara Ini Sama Sekali Tidak Memiliki Nyamuk!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Nyamuk adalah salah satu serangga yang wajar ditemukan di Indonesia, apalagi saat musim hujan. Tak hanya sangat mengganggu karena gigitannya bisa memicu bentol-bentol dan gatal-gatal pada kulit, nyamuk juga bisa membawa bibit penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria, atau bahkan virus zika.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa nyamuk seringkali ditemukan di kawasan dengan iklim lembab dan suhu yang cenderung hangat. Hanya saja, nyamuk juga bisa ditemukan di negara empat musim dan di Kutub Selatan. Yang menarik adalah, ada satu negara dimana kita tidak akan menemukan nyamuk, yakni Islandia.

Negara yang terkenal memiliki musim dingin yang sangat panjang karena posisinya dekat dengan Kutub Utara ini memang memiliki suhu yang ekstrem, namun, tetap saja para ahli heran karena tidak ada nyamuk di negara tersebut mengingat ada nyamuk yang juga bisa ditemukan di tempat-tempat dengan suhu dingin lainnya.

Para peneliti dari Oceanic Climate pun melakukan percobaan dengan meletakkan jentik nyamuk di salah satu teluk di Islandia. Sebagai informasi, suhu air di teluk tersebut seringkali berada dalam kondisi membeku dan hanya mencair 3 kali dalam setahun. Ternyata, tidak adanya tempat untuk berkembang biak akibat dari kondisi air yang cenderung lebih sering membeku inilah yang membuat nyamuk tak mampu berkembang biak di Islandia.

Kondisi lain seperti struktur air, tanah, dan iklim Islandia yang memang sangat berbeda dari negara-negara lainnya ternyata juga ikut berpengaruh besar bagi sulitnya nyamuk untuk hidup dan berkembang biak disana. Sayangnya, karena adanya pemanasan global, ada kemungkinan nyamuk akan bisa hidup di Islandia di masa depan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Jijik, Air dari Bangkai Tikus Menetes ke Piring Restoran!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat-makan-enak-jelang-puasa
Photo Credit: Flickr.com/Amy

DokterSehat.Com– Pria berusia 28 tahun bernama Yu dan pasangannya sedang berada di Changsha, Tiongkok, untuk urusan bisnis. Mereka pun sempat mampir di restoran setempat untuk menikmati makan malam. Sayangnya, piring yang mereka gunakan untuk makan tiba-tiba saja terkena tetesan air yang berasal dari atas meja.

Dilansir dari My News Hub, Yu pun meminta staf restoran untuk mengecek cairan apa yang menetes di piringnya. Awalnya, ia berpikir jika air ini berasal dari AC, namun, tatkala petugas benar-benar mengeceknya, mereka terkejut karena cairan ini ternyata berasal dari bangkai tikus, tepatnya dari mulutnya.

Pihak manajer restoran pun meminta maaf akan kejadian mengejutkan ini. Yu dan pasangannya juga langsung dibawa ke rumah sakit demi menjalani tes kesehatan. Pihak restoran mengaku khawatir kedua pelanggannya mengalami keracunan akibat cairan yang dikeluarkan oleh bangkai tikus.

Beruntung, dokter memastikan Yu dan pasangannya tidak mengalami masalah kesehatan apapun. Meskipun begitu, mereka diminta untuk kembali ke rumah sakit seminggu kemudian untuk diperiksa ulang kondisinya.

Seluruh biaya pemeriksaan kesehatan di rumah sakit ditanggung oleh restoran. Selain itu, pihak restoran juga memberikan makanan gratis bagi Yu dan pasangannya selama seminggu di Changsha. Meskipun begitu, pihak berwajib ternyata tetap menangani kasus ini dan memberikan peringatan bagi pihak restoran untuk lebih memperhatikan kebersihan tempat makannya demi kenyamanan dan keamanan pelanggan.

Kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita agar tidak sembarangan memilih tempat makan. Pastikan bahwa tempat makan yang kita datangi bersih dan higienis, baik itu pada meja tempat makan, dapur, atau tempat penyajian makanannya. Jika tidak bersih, dikhawatirkan kita bisa mengalami keracunan atau masalah kesehatan setelah mengonsumsinya.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Sabtu, 19 Mei 2018

Gadis Remaja Ini Tidur 20 Jam Setiap Hari

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

doktersehat_emily_rowland
Photo Source: Susannah Katherine Photography/Caters News

DokterSehat.Com– Remaja berusia 16 tahun bernama Emily Rowland mengalami epilepsi parah yang membuatnya bisa tidur hingga 20 jam dalam sehari. Ia pun mendapatkan julukan sebagai putri tidur di dunia nyata.

Dilansir dari Story Trender, kondisi kesehatan yang dialami Emily membuatnya tak lagi mampu bersekolah sejak dua setengah tahun lalu. Yang mengenaskan adalah, Emily sudah ratusan kali dilarikan ke rumah sakit dan tidak bisa tidur sendirian karena masalah kesehatan ini.

Sang ibu, Brandi, menyebut kondisi putrinya tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Ia pun bercerita tentang awal mula kondisi ini menyerang Emily. Saat masih kecil, gadis yang berasal dari Warner Robins, Georgia ini kerap mengalami sakit kepala. Ia kemudian didiagnosis terkena epilepsi saat usianya baru 8 tahun dan mulai mengalami gejala demensia.

Emily berkata bahwa kehidupan sehari-harinya cukup berat karena ia sendiri kesulitan untuk bangun tidur. Bahkan, kadangkala Emily mengalami kejang-kejang di waktu terjaganya yang sangat sempit.

“Kadangkala aku tiba-tiba saja tertidur saat makan di restoran atau saat berada di sekolah. Hal ini sangat menyulitkan,” ucap Emily.

Emily juga mengaku tak lagi mampu menjalani berbagai hal yang telah dijadwalkan sebelumnya karena tak mampu mengatur waktu tidurnya.

“Emily mulai bersekolah satu tahun lebih awal dari teman-teman seusianya. Aku pikir hal tersebut sangat hebat untuk dilakukan sehingga tak menyangka jika dirinya ternyata mengalami masalah pada otak,” jelas Brandi.

“Setelah mulai mengeluhkan sakit kepala parah, Emily mulai kerap mudah mengantuk dan bisa tidur dalam waktu yang sangat lama,” lanjutnya.

Jika Emily tidur sangat lama, mau tidak mau Brandi memasangkan infus pada tubuh buah hatinya karena khawatir sang anak tidak mendapatkan nutrisi apapun. Ia pun berharap suatu saat kondisi buah hatinya bisa disembuhkan.



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.